Coliving yang akan Jadi Tren Baru

Coliving yang akan Jadi Tren Baru

Konsep coworking space sudah bukan barang baru lagi di Indonesia. Perkembangannya sudah sangat pesat dan menjamur hingga kamu pun mudah menemukan berbagai coworking space di pusat kota. Coworking space juga jadi tempat idaman para startup dan perusahaan mapan untuk mengembangkan bisnisnya tanpa perlu dibebani dengan cost yang besar.

Belum lama konsep coworking space ada, muncul lagi konsep baru bernama coliving. Konsep ini pun tidak jauh berbeda dengan coworking, tapi dengan level yang satu tingkat di atasnya. Dalam coliving, kamu tidak hanya berbagi kantor seperti yang ditawarkan oleh coworking space, tapi juga berbagi dalam sisi apa pun, termasuk tempat tinggal.

Targetnya memang lebih kepada digital nomad yang biasanya tinggal dan bekerja di mana pun. Jelas, para milenial masuk ke dalam kelas yang satu ini, sama halnya dengan pasar coworking space. Namun, ternyata coliving juga dapat menjadi solusi dari tingginya harga properti di beberapa negara saat ini.

Selain harga yang ditawarkan jauh lebih murah ketimbang membeli rumah atau menyewa apartemen, coliving biasanya memberikan kegiatan untuk berkomunitas. Sebut saja, kelas yoga, pemutaran film, coaching clinic, hingga seminar dan workshop yang disesuaikan dengan minat dari para penghuni. Dengan begitu, para penghuninya pun punya hal baru yang bisa didapat dari tempat tinggal mereka.

Maju di Negara Berkembang

China menjadi salah satu negara yang cepat mengadopsi konsep yang satu ini. Sebuah coliving bernama You+ berhasil menyatukan lebih dari 10 ribu orang dari 25 cabangnya di seluruh China. Situs bernama QZ melaporkan, You+ menawarkan kamar berukuran antara 20-50 meter persegi dengan harga 2.000 Yuan atau sekitar Rp4,3 jutaan per bulan. Bisa dibilang harga ini cukup terjangkau dan sangat masuk akal dengan segala fasilitas yang didapat, termasuk kamar mandi pribadi dan dapur umum. Dari laporan QZ juga, ada sejumlah warga Beijing yang memanfaatkan You+ saat dia pulang terlalu larut. Harganya? Hanya 60 Yuan atau sekitar Rp130 ribuan. Harga tersebut jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan hostel yang ada di kota tersebut.

Bila bicara fasilitas, tentunya sama seperti memiliki rumah sendiri ditambah dengan coworking space. Di samping itu, coliving juga menawarkan kesempatan lain seperti bertemu dengan orang baru dan membuka peluang mulai dari kamu bangun tidur sampai dengan tidur lagi.

Tim Mahlberg, peneliti University of Sydney Business School, mengatakan, tempat seperti ini memang masih menyasar para milenial yang ingin tinggal di mana pun sekaligus ingin membuat hidupnya lebih produktif. Menurutnya, coliving juga membuat para milenial ini membangun bisnis dan koneksi di mana pun. “(Coliving) bukan hanya berbagi rumah, tapi juga membangun rasa kebersamaan, efisiensi, dan berpikiran jauh ke depan,” katanya dilansir dari The New Daily.

Coliving di Indonesia

Apakah Indonesia sudah mengadopsi konsep ini? Jawabannya pasti sudah. Sejumlah tempat di Pulau Dewata sudah memiliki tempat seperti ini sejak beberapa tahun ke belakang, walaupun memang belum banyak. Tempat ini pun cukup diterima oleh para pendatang, blogger atau digital nomad yang datang ke tempat itu.

Konsep coliving sayangnya belum cukup banyak di kota-kota besar lainnya, sebut saja Jakarta. Harga beli atau sewa properti di Ibu Kota tampaknya sudah semakin tidak wajar dari waktu ke waktu. Seiring kondisi tersebut banyak orang yang ingin sebuah tempat tinggal yang memberikan nilai lebih.

Jadi, menarik melihat konsep coworking space telah hadir di Jakarta dengan sejumlah modifikasinya. Kalau coworking space dapat dianggap sukses dalam beberapa tahun terakhir, mungkin hal yang sama juga bisa terjadi pada coliving.

Pantau terus web ini agar tidak ketinggalan artikel terbaru serta tips-tips berguna lainnya. Untuk kamu yang ingin sukses bekerja di contact center, tingkatkan customer service skill kamu dengan mengikuti training dari 168Solution. Kamu dapat cek jadwal training untuk tahu training publik apa saja yang akan jalan bulan ini atau hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Sumber: ubahcarakerjamu.com

Admincci
contactcenterindonesia

Tinggalkan Balasan

Back To Top