Sepenggal Cerita Tentang TransJ vs Abandon Call Atau Drop Call?

Sepenggal Cerita Tentang TransJ vs Abandon Call Atau Drop Call?

Call Center Series 101:

  Pagi ini sudah bertekad untuk mencoba jalur TransJakarta  dari Stasiun Manggarai – Blok M.  Beberapa minggu ini sudah mengamati dan yakin bahwa jalur ini akan lebih baik dibanding lewat jalur lain sehingga sejak dari rumah sudah mempersiapkan diri dengan memakai flat shoes.

Singkat cerita, sampai stasiun Manggarai biasanya lanjut transit menuju stasiun Tebet tapi kali ini langsung keluar dan menuju Bus TransJakarta warna biru yang sudah siap depan stasiun.  Antrian lumayan panjang dan saya di antrian paling belakang tapi bangku kosong masih cukup tersedia, jadi dalam hati pasti masih dapatlah tempat duduk jadi bisa duduk manis sambil baca-baca berita hot hari ini atau sekedar kepoin social media temen2. Seperti pepatah bilang untung tak dapat diraih malang tak dapat di tolak maka itulah yang terjadi, sampai diatas petugas menanyakan tiket, saya tunjukkan kartu flash tapi ternyata gak bisa pakai flash tapi harus beli cash di counternya khusus sebelum naik. Dan…. terpaksa saya harus mengulang antrian dari awal setelah membeli tiket secara cash.

Trus….apa hubungannya ngantri TransJ dengan Abandon call atau Drop Call  di call center? Ya… harus ada dong… , ngapain di ceritain kalau gak ada.

Nah…sebelum kita membedah dari sisi percall centeran, saya tantang para pelaku contact center untuk menjawab apakah ini lebih mendekati analogi abandon call atau drop call?

Let’s check it out in next series ya untuk pembahasan ilmiahnya menurut ilmu percallcenteran. Don’t missed it!

 

Gedung Aquarius 55-2017, 05:05

~eNTe~

Tinggalkan Balasan